Review Film Ghost Writer

 

 Ghost Writer Film

Ghost writer yang mereview film ghost writer.

Akhirnya, setelah sekian lama bisa nge blog lagi. Dan, kali ini edisi khusus karena saya akan me review sebuah film. Karena biasanya untuk blog ini, review yang sudah sudah adalah buku. Dan review film lebih banyak aku kupas di IG ( @briliagung ). Kenapa baru sekarang mulai nulis review film? Karena judulnya aja GHOST WRITER gaes!!! Gue banget ini.. Mari kita kemon.

Selain judul dan tema film, hal kedua yang membuat saya excited ketika film ini mau release adalah kehadiran Ernest Prakasa yang terlibat menjadi produser. Saya memiliki keyakinan, sentuhan Ko Ernest di film-filmnya sebelumnya akan kembali membuat Ghost Writer layak untuk ditonton. Sentuhan Ernest yang terbukti ciamik menghadirkan cerita drama dibalut komedi yang reyah, kali ini mendapat tantangan baru. Menambah unsur horor didalamnya.  Ditambah faktor Benedion yang biasanya jadi scriptwriter, kali ini dia naik kelas jadi sutradara. Sebuah nice move dari Ernest yang mulai mengkader penerusnya untuk naik kelas. Sesuatu yang belum rivalnya lakukan, Raditya Dika.

Hal ketiga yang membuat film ini pada awalnya terlihat menjanjikan adalah jajaran cast nya. Tatjana Saphira sama Deva Mahenra pasti semuanya udah tahu lah ya.. Tapi buat saya, ada satu pemain yang selalu menampilkan performa bagus dan juga masuk dalam Ghost Writer ini. Siapa lagi jika bukan Asmara Abigail. Artis yang tak pernah tampil mengecewakan pas main di film horror. Yang membekas salah satunya adalah Pengabdi Setan. Dia bahkan sering disebut-sebut sebagai MUSE nya Joko Anwar. Eits, tapi setelah menonton filmnya, scene stealernya ternyata bukan mereka.. Siapa ya?

Oke, kita bahas filmya!

Film ini bercerita tentang Naya (Tatjana Saphira) yang terdesak harus mengeluarkan karya baru setelah 3 tahun vakum. Ditambah fakta bahwa orang tuanya meninggal dan dia harus menanggung sekolah adiknya. Karena keterdesakan ekonomi, dia akhirnya pindah ke rumah yang ada penunggunya. Disitulah dia mulai bersekutu dengan setan untuk menulis novel.

Asli, premis Ghost Writer ini GA BIASA. Out Of the box banget. Walaupun sebenarnya inti drama dari film ini adalah konflik yang banyak banget terjadi di sekitar kita. Konflik orang tua yang suka membanding-bandingkan anaknya dalam hal prestasi dan pencapaian.

Anyway, untuk menghindari spoiler, saya akan mulai membahas dari kesan yang saya dapatkan sepanjang menonton film ini.

Dari sisi plot, cerita dalam film ini mengalir dan smooth, walaupun ada satu dua peristiwa dimana penonton dipaksa untuk me”masuk akal” an kejadian dalam film. Wajar sebenarnya, karena film ini lebih dominan komedi daripada horornya. Sepanjang durasi film, lebih banyak tawa penonton yang pecah daripada teriakan kaget atau takutnya.

Ini yang patut diacungi jempol dari Ghost Writer. Walaupun Horornya terkesan sebagai pelengkap saja, tapi adegan adegan horornya tidak dibuat ala kadarnya. Adengan horornya pun bisa membuat penonton merinding dan menjerit ketakutan.

Dari sisi akting, pujian justru perlu disematkan kepada Ge Pamungkas. Perkembangannya dalam skill akting terlihat di sini. Sorot matanya berbicara dan kemistri dengan Tatjana Saphira juga terlihat hidup. Dan entah kenapa, saya justru merasa “bosan” dengan akting Deva Mahenra yang keliatannya mentok disitu-situ aja.

Scene stelaernya siapa donk? Siapa lagi kalau bukan Endy Arfian (Darto) dan M. Iqbal Sulaiman (Billy) . Asli, setiap kali mereka muncul penonton pasti dibuat ketawa. Komedinya renyah, pecah, dan lebih dari sekadar kompor gas. Muka Billy pas keluarin tampang memelasnya sungguh taik (dalam arti yang positif tentunya. Ehm…)

Apakah hanya sampai situ aja? Yha… Kalau ada Ernest, pasti ada scene yang bikin ambyar. Yang bikin penonton terharu biru. Apakah Ghost Writer menawarkan itu? Ooo tentu saja. Ending dari film ini membuat kita kerasa banget sama kesedihan Asmara Abigail (Bening) . Yang saya berani bertaruh seisi bioskop pasti tergerak bukan Cuma untuk nge- pukpukin dia, tapi juga tergerak buat meluk dia. Gokil sih, karakter hantu yang serem dari awal film, tiba-tiba menjadi karakter yang bisa membangkitkan rasa iba dan sedih penonton di akhir.

In the end, film Ghost Writer adalah salah satu film yang saya dengan senang hati menontonnya lebih dari sekali. Sederhana, namun lengkap. Recommended! Rating dari saya adalah 8.7/10 .

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas Beberapa hari yang lalu mungkin teman-teman tahu bahwa saya menginisiasi donasi untuk membantu seorang anak bernama Latif. Sebuah video viral di social media memperlihatkan dia sedang dipaksa menyiram oli bekas…

Kios Untuk Ayah

Apakah benar hidup bermula di usia 40 tahun? Banyak sekali yang berkata kepada saya demikian. Bisa jadi ada benarnya, bisa jadi tidak berlaku bagi sebagian besar orang. Coba lihat sekeliling kita saat ini, apakah saudara…

Kamukah Salah Satu Gelandangan Itu? – Properti

https://finance.detik.com/properti/3744907/95-kaum-milenial-terancam-jadi-gelandangan-di-2020 Belakangan saya sering membuat survey atau polling mengenai properti. Kamu tahu kenapa? Ya tentu saja berawal dari kegelisahan saya ketika membaca liputan khusus koran kompas bulan februari kemarin, ditambah berita penegasan dari detik.com ….

#JumuahBerfaedah – Mamah dan Anak Buangannya.

Dari usul status FB dan IG Story saya pagi tadi, saya memilih tema Ibu untuk saya ceritakan di Jumat  ini. Saya memiliki hubungan yang unik dengan Ibu (yang biasa saya panggil Mamah). Relationship saya dengan…

#JumuahBerfaedah – Berorganisasi, Bersilaturahmi, Bersinergi.

Saya adalah orang yang sangat percaya dengan kekuatan silaturahmi. Bagaimana silaturahmi menjadi pintu paling juara untuk membuka rezeki. Aku mengalaminya sendiri. Seorang Brili bisa menjadi seperti ini pun, asbab silaturahmi. Alhamdulillah, karena ketetapanNya, silaturahmi yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *