Semua Hal Terjadi Untuk Sebuah Alasan

Semua Hal Terjadi Untuk Sebuah Alasan

Brili Agung Zaky Pradika

Bekasi, 2 April 2012

Assalamualaikum Wr. Wb

Kita pasti sudah sering mendengar kata-kata “Everything happens for a reason.” Kan? Kita bangun tidur, kita makan, kita pegang laptop, kita jalan kaki, atau kita tidur pun ada sebuah maksud dan tujuan. Kita sering merasa harus melakukan satu pilihan hanya karena hati kecil kita memaksa untuk itu. Dan benar saja, di kemudian saat atau kemudian hari kita baru menyadari bahwa keputusan yang kita ambil memang ada tujuannya. Ada makna dan artinya. Atau mungkin satu saat kita merasa apes dan sial karena ditimpa sesuatu yang menurut kita ga ideal, tapi percaya deh selama kita berpikir positif dan mengambil semuanya sebagai suatu kesempatan untuk berkembang, di kemudian hari kita pasti bisa mengambil hikmahnya.

Begitu juga tentang arti kehadiran sesorang dalam hidup kita. Mereka datang bukan hanya lewat tanpa arti. Ada sebuah maksud tiba-tiba mereka ada dan hadir dalam setiap lembar perjalanan hidup kita. Kalo kita cerdas dan berpikir lebih jauh, setiap orang yang hadir dalam hidup kita pasti mengajarkan kita sesuatu. Bahkan orang yang begitu menyebalkan dan jahat sekalipun. Mereka mengajarkan kita untuk lebih bersabar dan mengajarkan kita mengoreksi kesalahan dalam diri sendiri.

Jika seseorang menyakiti kita, mematahkan hati kita dan mengacak-acak hidup kita, ambil itu sebagai pelajaran dan maafkanlah. Karena mereka sesungguhnya telah mengajarkan kita tentang arti sebuah kepercayaan dan rasa hati-hati kepada siapa kita harus membuka hati kita. Seperti yang kita bahas di awal, selalu ada sebuah alasan untuk setiap kejadian di dalam hidup kita.

Hidup tanpa masalah, rintangan dan orang-orang menyebalkan memang terdengar asik. Terdengarnya hidup kita bakal lurus-lurus aja dan flat. Tapi lantas apa gunanya hidup? Life is a journey right? Yang menyenangkan justru hal-hal tak terduga didalamnya. Dan dengan setiap masalah yang kita hadapi, itu akan lebih mendewasakan kita dan membuat kita terus belajar. Jangan hindari, hajar semua masalah dan rintangan yang kita hadapi.

“Wahai kamu masalah, aku punya kemampuan dan Tuhan yang jauh lebih besar darimu!”

Kita emang telan pait-paitnya dulu sekarang, tapi yakin deh suatu hari nanti kita akan bersyukur karena kepahitan yang udah kita telan.

“Oiya yah, ternyata dulu aku ditimpa kejadian seperti itu ada hikmahnya juga.”

Sedikit curhat nih ya..

Dulu waktu lulus SMA, aku mungkin satu dari sepuluh Abege tergalau di Indonesia. Gimana ngga? Setiap SNMPTN yang aku ikuti atau UM Universitas yang aku ikuti ga ada yang tembus sampai last minute. Apalagi waktu itu Aku begitu ingin masuk FK dan Teknik Informatika. Jurusan favorit yang buat masuknya aujubileee… Dan sempat terlintas di pikiranku kalo aku ngga ketrima dimana-mana mungkin aku akan beli kebo trus aku angon deh tiap hari. Waktu itu satu-satunya harapanku hanya STAN yang waktu ujiannya lama bangett. Semua Univ udah mulai TA baru, STAN baru mulai ujian masuk. Kalo STAN ga lulus, kamu tahu aku bakal jadi apa.

Mungkin ini emang path yang Allah buat untukku. Jadi aku pasrahkan semuanya kepadaNya. Yakin ada yang terbaik nungguin aku di kemudian hari. Dan sampai suatu hari, seorang teman dari Bapak memberitahu tentang sekolah antah berantah bernama Sekolah Tinggi Pariwisata. Ada di di Bandung dan di Bali.

“What holy shit is that?”

Sempat terpikir kata-kata itu dalam pikiranku dulu. Oke, satu-satunya alasanku untuk mempercayai rekomendasi teman bapak saat itu adalah sebuah fakta mengenai potret kehidupannya sekarang. Lulus dari STP Bali, kerja di luar negri beberapa tahun, sekarang beliau sudah buka toko emas, jadi juragan tanah, dan jadi pengusaha sukses di kecamatanku.

Langsung aku browsing dan kumpulkan informasi tentang Sekolah itu. Dan pendaftaran yang di Bandung sudah tutup! Arrgghh.. Satu-satunya kesempatan adalah di Bali. Dan pendaftaran hanya tinggal 4 hari menuju deadline. Dengan ucapan bismillah dan dukungan 100 persen dari orang tua, kami berangkat naik mobil di H-3 deadline. Dimulailah perjalanan mobil Kedungpring-Bali saat itu. Alhamdulillah, entah kenapa aku merasa semua prosesnya begitu lancar walau persiapanku dan pengetahuanku tentang pariwisata mungkin yang paling minim dibandingkan calon-calon mahasiswa lainnya yang mengikuti ujian. Dan akhirnya aku resmi dong jadi salah satu Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.

Belum selesai sampai situ. Aku masih menaruh harapan terbesarku untuk STAN. Dan jegeeerrr!! Waktu ujian STAN berbarengan dengan masa OSPEK di Bali. Yasudahlah,, kurelakan kesempatan di STAN terbang menjauh dari garis hidupku.

Ujian ternyata tidak cukup sampai disitu, setiap aku pulang untuk liburan, selalu ada rasa minder begitu ditanya “Kamu sih nglanjutin kemana?”

Disaat teman lain berbangga dan lantang menyebut UGM, UI, ITB bahkan Unsud, aku saat itu Cuma bisa bisik-bisik lirih menjawab STP Bali. Dan bahkan ada teman-teman yang kekanak-kanakan meledekku nanti lulus paling jadi tukang tato di pantai kuta. Saat itu aku Cuma bisa tersenyum tapi di hati dongkolnya sampai ubun-ubun.

“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu..”

Saat itu hanya mimpiku untuk menghajikan orang tua dan bisa membuktikan pada dunia aku bisa membuktikan kesuksesanku lah yang membuatku bertahan dan terus bertahan.

Hasilnya? Di Bali aku dipertemukan dengan orang-orang luar biasa yang memang merubah hidup dan jalan hidupku. Teman-teman dari berbagai macam latar belakang yang begitu support. Dan tentunya beberapa cinta yang mengajarkanku lebih dewasa.

Alhamdulillahnya lagi aku lulus tepat waktu 4 tahun (bahkan bisa dibilang rekor) dan hanya “menganggur” 2 bulan diterima di salah satu Perusahaan Hotel Terbesar di Dunia. Dan tak lama kemudian, berhasil menerbitkan sebuah karya cetak. Buku perdanaku terbit. Bisa mencicil rumah dan membuka tabungan haji untuk Bapak juga.

Sekarang kalau ditanya, “Lulusan mana kamu Bril?”

Boleh dong sambil benerin kerah, sisiran dulu terus jawab pake suara rupawan “Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.”

Bagaimana nasib teman-teman kekanak-kanakanku dulu yang bilang aku lulus terus jadi tukang tato di pantai Kuta? Mohon maaf, mereka sampai detik ini kuliah nya belum selesai, skripsi belum jelas, dan yang sudah lulus pun masih kesulitan dan jungkir balik melamar sana sini. Ternyata memang skenario Allah lah yang terbaik.

Then, trust me.. Everything Happens For a Reason..

Oiya, selalu ngingetin yang punya akun twitter, aku ada lho di @BriliAgung . Dan yang mau lebih jauh tertampar, terinspirasi dan menangis sadar boleh dibaca bukuku “Jangan Bodoh Mencari Jodoh.” di setiap Gramedia terdekat di kotamu.

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Kios Untuk Ayah

Apakah benar hidup bermula di usia 40 tahun? Banyak sekali yang berkata kepada saya demikian. Bisa jadi ada benarnya, bisa jadi tidak berlaku bagi sebagian besar orang. Coba lihat sekeliling kita saat ini, apakah saudara…

Kamukah Salah Satu Gelandangan Itu? – Properti

https://finance.detik.com/properti/3744907/95-kaum-milenial-terancam-jadi-gelandangan-di-2020 Belakangan saya sering membuat survey atau polling mengenai properti. Kamu tahu kenapa? Ya tentu saja berawal dari kegelisahan saya ketika membaca liputan khusus koran kompas bulan februari kemarin, ditambah berita penegasan dari detik.com ….

#JumuahBerfaedah – Mamah dan Anak Buangannya.

Dari usul status FB dan IG Story saya pagi tadi, saya memilih tema Ibu untuk saya ceritakan di Jumat  ini. Saya memiliki hubungan yang unik dengan Ibu (yang biasa saya panggil Mamah). Relationship saya dengan…

#JumuahBerfaedah – Berorganisasi, Bersilaturahmi, Bersinergi.

Saya adalah orang yang sangat percaya dengan kekuatan silaturahmi. Bagaimana silaturahmi menjadi pintu paling juara untuk membuka rezeki. Aku mengalaminya sendiri. Seorang Brili bisa menjadi seperti ini pun, asbab silaturahmi. Alhamdulillah, karena ketetapanNya, silaturahmi yang…

Alien Dalam Dunia Penulis (Tere Liye)

Saya tidak kaget dengan heboh pernyataan Bang Tere Liye kemarin. Karena saya mengikuti pemikiran sekaligus langkah yang ditempuhnya soal keadilan bagi penulis. Termasuk audiensi yang saya lakukan Maret lalu kepada Pak Hestu Yoga selaku Direktur…

10 comments

    wah takjub bang dengan tulisannya.. btw saya sekarang sedang kelas 3 smk, dan ingin meneruskan kuliah di STP bali… Semoga rencana Tuhan berpihak padaku juga .Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *