Setapak Indonesia

 

Edisi blog kali ini masih tentang travelling guys. Dan lagi-lagi di edisi ini travellingnya masih GRATIS alias gretongan. Apa? Kalian mau juga? Mau aja apa mau banget?

Oh, pastinya kalian juga bisa jalan-jalan kemana gratisan. Ada sangat banyak jalan yang bisa ditempuh untuk bisa keliling Indonesia gratis. Caranya?

  1. Jadi pegawai di perusahaan maskapai penerbangan.
  2. Jadi personel TNI AL
  3. Jadi reporter stasiun TV yang segmen acaranya jalan-jalan
  4.  Jadi penulis
  5.  Jadi Trainer atau pembicara
  6. Jadi anggota dewan yang hobinya studi banding
  7. Jadi butiran debu…
  8. Dan jadi yang lain-lain…

Kebetulan aku memilih yang nomer 4 dan 5. Menjadi seorang penulis sekaligus trainer. Dan inilah rangkuman perjalananku minggu ini. Antara Jakarta- Solo- Medan. Eits, judulnya itu aja lho.. Tanpa ada embel-embel .3gp . Nanti urusannya bisa jadi beda.

So, perjalanan dimulai tanggal 21 Juni 2013 kemarin. Kereta Senja Utama Solo yang sedianya akan membawaku meniti rel menuju stasiun Balapan dari stasiun Pasar Senen mulai memutarkan rodanya perlahan. Agenda utama kala itu sebenarnya menghadiri undangan seorang sahabat yang akan melepas masa lajangnya. Sebuah undangan kehormatan menjadi saksi walimah. Namanya Toni.

Dan ngomong-ngomong soal sahabat satu ini, dia masuk dalam kategori sahabat nomer 37 .Yaitu :  Sahabat yang kurang ajar karena biasanya selalu cuek jika membahas pernikahan, tiba-tiba memberi kabar kalau dia akan menikah di H-2 bulan tanggal pernikahannya.

Kesel sih, tapi kalo dibandingkan dengan kategori sahabat nomer 19 yang paling senang dengerin curhat kita, namun akhirnya kita ditikungnya pula, aku lebih memilih kategori sahabat nomer 37 ini.

Walaupun sempat kesal (baca : Iri dan sirik karena lagi-lagi keduluan nikah) , tapi yang namanya sohib dari SMP hingga SMA bareng, pernah berbagi tempat tidur bareng, pernah berbagi lembar jawaban ulangan harian bareng, hingga pernah berbagi celana yang sama masa sih ga datang di acara terpentingnya.

Oke, fokus.. Back to the topic! Sesampainya di Stasiun Balapan Solo, aku dijemput sekaligus ditampung Mas Andhika Harya. Dan ada sebuah kejutan pula ternyata di sana datang pula mas Aryo AHA. Dedengkotnya kota solo. Kami berempat, Aku, Mas Andhika, Mas Aryo dan Mba Vidya mengawali wisata perut kami dengan menu Nasi liwet di belakang Stadion Manahan.

Nah, tapi karena agenda ku di Solo 2 hari, rasanya kurang elok kalo kesana cuma buat kondangan doang, Jadi aku menghimpun massa untuk membentuk Serikat Jomblo Nusantara. Eh, maksudku membuat acara sharing bareng di Solo. Dengan para pembaca bukuku dan dengan satu Komunitas yang Mantap Surantap. Apalagi kalo bukan Komunitas Sukses Mulia Soloraya.  Sharing bareng kali ini diberi judul “Everything about Writing”.

IMG_9228

Karena acara walimah nya Minggu, maka acara sharing bareng nya diadakan Sabtu malam. Bertempat di Cafe 7, Solo. Yang membuat acara ini spesial dan sangat mengharukan adalah :

  1. Ada peserta Sharing bareng yang sengaja datang jauh-jauh dari Jogja dan Semarang ke Solo untuk hadir. Padahal acara nya malam hari. *mewek mugholadzoh
  2. Ada satu peserta bernama Mas Kandar Susilo yang lebih hafal isi bukuku dibanding aku sendiri. Beliau begitu antusias menyampaikan isi dan menyimak tiap tuturanku. Lalu beliau aku beri kehormatan untuk membacakan sajak Rindu di buku #MTBM ku di depan semua pesrta.  *meweknya makin menjadi.

Acara berlangsung hangat dan seru. Bahkan aku sempat beberapa kali meng-gap mas Wisnu selaku mc melongo tanpa dosa. Speechless katanya.

Aku pernah berjanji akan bersajak di akhir acara, so untuk menepati janjiku, setelah Mas Kandar beraksi lalu aku menuntaskan giliranku bersajak Rindu. Deg-deg an karena ini pertama kalinya bersajak di depan pembaca. Namun setelah itu justru ketagihan.. Hehehehe.

IMG_9232

Acara malam itupun ditutup dengan konvoi bareng wisata kuliner tengah malam. Makanan yang beruntung masuk ke perut kami malam itu adalah Bestik. Bukan bestik ketitik ala ketara ya.. Atau bestik golf , bestik PS dan lainnya. Tapi ini adalah bestik lidah sapi. Satu kuliner khas Solo, semacam tongseng tapi lebih berani bumbunya. Lebih pekat kuahnya dan pastinya lebih nendang perut.

Belum lagi malam bergulir berganti mentari, kami sudah membuat kesepakatan untuk menjelajah kuliner pagi disana. Dan pilihan kami jatuh kepada Gulai Goreng dan sate buntel. Karena acara ijab Toni jam 8 an, jadi kami memutuskan untuk capcus jam 6 pagi. Agar aku bisa ngejar timing nya.

Dan paginya walau dengan mata sepet karena baru tidur jam 1 dini hari, tapi kolaborasi kedua makanan itu berhasil membuatku melek! Ehm… terutana gulai goreng nya… Dan sate buntelnya itu saking lembutnya, sampai serasa meleleh di lidah,,,Kuliner Indonesia memang tiada bandingannya.

Perut kenyang, hatipun senang, lalu mari kita kayang! Eh, maksudnya datang ke acara ijab kabulnya si Toni. Lokasi walimahannya ada di pelosok Boyolali. Masih harus mendaki gunung dan melewati lembah untuk mencapai acaranya.

IMG_9280

Walaupun jauh dan menguji adrenalin, tapi semua itu terbayar lunas ketika Penghulu meneriakkan kata SAH! Saat Ijab. Tanpa pengulangan,Toni mengucapkan kata demi kata ijabnya lantang dan lancar. Bonusnya, aku bisa tertawa puas karena Toni menggunakan pakaian nikah berwarna pink dan lipstik yang terlalu tebal untuk ukuran pengantin pria. Pfffttt.. Mau mangkal cyiin?

IMG_9301

Dan tanpa diduga, di acara itu beberapa kawan SMA datang dan membuat acara ini semacam reuni kecil bagi kami. Sayang kebersamaan ini harus berakhir jam 12. Karena aku harus segera mengejar kereta pulang ke Jakarta. KA Brantas yang akan berangkat jam 3 Sore.. Sungguh bersyukur sekaligus beruntung mempunyai partner sukses bernama Mas Andhika Harya.. Hanya doa yang teriring dan terlantun untuk bisa membalas semua kebaikanmu.

IMG00327-20130622-0651

Berat rasanya meninggalkan kota nya mbah Gesang ini. Namun mengingat nanti tanggal 13 Juli aku kan kembali kesini, hatiku pun dengan ikhlas beranjak. Tanpa meninggalkan bekas kecil bersenandung retak. Perjalanan di jakarta pun dimulai. Dan akan segera menggulirkan cerita berikutnya di Medan,, (bersambung)

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas Beberapa hari yang lalu mungkin teman-teman tahu bahwa saya menginisiasi donasi untuk membantu seorang anak bernama Latif. Sebuah video viral di social media memperlihatkan dia sedang dipaksa menyiram oli bekas…

Kios Untuk Ayah

Apakah benar hidup bermula di usia 40 tahun? Banyak sekali yang berkata kepada saya demikian. Bisa jadi ada benarnya, bisa jadi tidak berlaku bagi sebagian besar orang. Coba lihat sekeliling kita saat ini, apakah saudara…

Kamukah Salah Satu Gelandangan Itu? – Properti

https://finance.detik.com/properti/3744907/95-kaum-milenial-terancam-jadi-gelandangan-di-2020 Belakangan saya sering membuat survey atau polling mengenai properti. Kamu tahu kenapa? Ya tentu saja berawal dari kegelisahan saya ketika membaca liputan khusus koran kompas bulan februari kemarin, ditambah berita penegasan dari detik.com ….

#JumuahBerfaedah – Mamah dan Anak Buangannya.

Dari usul status FB dan IG Story saya pagi tadi, saya memilih tema Ibu untuk saya ceritakan di Jumat  ini. Saya memiliki hubungan yang unik dengan Ibu (yang biasa saya panggil Mamah). Relationship saya dengan…

#JumuahBerfaedah – Berorganisasi, Bersilaturahmi, Bersinergi.

Saya adalah orang yang sangat percaya dengan kekuatan silaturahmi. Bagaimana silaturahmi menjadi pintu paling juara untuk membuka rezeki. Aku mengalaminya sendiri. Seorang Brili bisa menjadi seperti ini pun, asbab silaturahmi. Alhamdulillah, karena ketetapanNya, silaturahmi yang…

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *