Ahli Angan-Angan

Pagi ini ketika saya berkaca pada diri saya sendiri, saya merasa malu.

Sebagai seorang trainer dan penulis, saya dan juga Anda pasti sering mengobarkan optimisme tentang Dream/Vision/Goal dalam setiap training kita. Kita berkoar seakan kita adalah manusia paling optimis sedunia. Seakan kita sudah diberi mandat sebagai “Duta Visi Nasional” .

Seakan semua impian kita saat ini sudah menjadi nyata..

Mengutip kata salah satu guru saya,

“Mencapai impian itu sederhana. Yang perlu kamu lakukan hanyalah menyeleraskan sumber daya yang kamu miliki dengan impianmu.”

Menyelaraskan sumber daya? Ini menarik. Ini versi lain dari definisi sukses menurut saya.

Sukses adalah kesiapan ditambah kesempatan

Sekaligus ini membuat saya tertampar. Karena kesiapan saya ternyata masih butuh banyak akselerasi. Ternyata sumber daya saya masih banyak yang perlu diupgrade.

– Pengen jadi trainer kelas dunia, namun sudah berapa buku yang saya jadikan referensi dalam sebulan?

– Pengen punya perusahaan kelas dunia, namun sudah berapa relasi kelas dunia yang saya jalin?

– Pengen jadi penulis yang produktif, namun dalam sehari sudah berapa halaman yang saya selesaikan?

– Pengen memeluk Nabi Muhammad di tempat yang paling terhormat, namun sudahkah nilai manfaat yang saya tebar sudah melebihi mudharat yang saya ciptakan?

– Pengen punya jodoh yang bisa menjadi pendamping dunia akhirat, sudah berapa kali saya jamaah di masjid setiap hari? Berapa jumlah rakaat sunnah yang sudah saya selesaikan tiap hari?

Semua itu adalah catatan untuk saya. Jika ada relevansinya dengan Anda, yuk mari kita sama-sama selaraskan sumber daya kita.

Mimpi boleh melangit, namun Aksi tetap harus membumi.

Jika tidak diimbangi dengan Aksi, jangan-jangan kita hanya jadi Ahli Angan-Angan..

“Jangankan Presiden, Allah aja tidak akan mengubah nasib hambaNya kecuali hamba itu mengubah nasibnya sendiri.”

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas Beberapa hari yang lalu mungkin teman-teman tahu bahwa saya menginisiasi donasi untuk membantu seorang anak bernama Latif. Sebuah video viral di social media memperlihatkan dia sedang dipaksa menyiram oli bekas…

Kios Untuk Ayah

Apakah benar hidup bermula di usia 40 tahun? Banyak sekali yang berkata kepada saya demikian. Bisa jadi ada benarnya, bisa jadi tidak berlaku bagi sebagian besar orang. Coba lihat sekeliling kita saat ini, apakah saudara…

Kamukah Salah Satu Gelandangan Itu? – Properti

https://finance.detik.com/properti/3744907/95-kaum-milenial-terancam-jadi-gelandangan-di-2020 Belakangan saya sering membuat survey atau polling mengenai properti. Kamu tahu kenapa? Ya tentu saja berawal dari kegelisahan saya ketika membaca liputan khusus koran kompas bulan februari kemarin, ditambah berita penegasan dari detik.com ….

#JumuahBerfaedah – Mamah dan Anak Buangannya.

Dari usul status FB dan IG Story saya pagi tadi, saya memilih tema Ibu untuk saya ceritakan di Jumat  ini. Saya memiliki hubungan yang unik dengan Ibu (yang biasa saya panggil Mamah). Relationship saya dengan…

#JumuahBerfaedah – Berorganisasi, Bersilaturahmi, Bersinergi.

Saya adalah orang yang sangat percaya dengan kekuatan silaturahmi. Bagaimana silaturahmi menjadi pintu paling juara untuk membuka rezeki. Aku mengalaminya sendiri. Seorang Brili bisa menjadi seperti ini pun, asbab silaturahmi. Alhamdulillah, karena ketetapanNya, silaturahmi yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *