Akhirnya! Ini GAYA MENULIS ku

Dalam berbagai sesi mentoring dan training, pertanyaan yang hampir selalu muncul dari trainee atau mentee saya adalah,

“Mas, bagaimana cara menentukan gaya menulis saya mas? Galau. Lihat cara nulisnya Andrea Hirata jadi pengen seperti dia. Lihat cara menulisnya Raditya Dika ko eeeh berubah lagi seperti dia. Malahan Bingung gini.”

Saya hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang terus berulang seperti ini. Ingat ini, satu KUNCI UTAMA dalam menentukan gaya menulis adalah :

Jangan memikirkan gaya menulis Anda! Teruslah menulis dan perbanyak kuantitas. Semakin sering Anda menulis, semakin terlihat gaya khas Anda.

Lalu muncul pertanyaan-pertanyaan susulan.

“Enaknya saat menulis pake “saya” , “aku”, atau “gue” ya?”

“Perbandingan menulis narasi atau dialog idealnya berapa?”

Terlalu banyak memikirkan hal tersebut malah akan membuat kreatifitas Anda menurun dan proses pembentukan gaya menulis Anda akan terhambat. HAJAR saja! Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? “Gue?” “Saya?” langsung tuliskan saat itu juga. Edit belakangan!

Apa Anda akan menulis setiap kata Anda dulu sebelum mengisi training? Apa Anda akan mengedit semua pembicaraan Anda sebelum berbicara dengan orang yang Anda cintai? Tentu saja tidak!

Lupakan semua teori menulis saat Anda sedang menulis.

Ada beberapa RAHASIA dalam pembentukan gaya menulis. Hanya di sini saya akan membagikannya :

1. Cobalah Menulis Dengan Genre Yang Berbeda.

Setiap hari selalu menulis NON FIKSI? Bagaimana Anda bisa tahu jika Anda sebenarnya berbakat menulis cerita fiksi jika belum mencoba? Nah, mulai sekarang untuk memperlentur bahasa Anda, Anda bisa mencoba menulis Fiksi.

2. Hindari ngalor ngidul dalam menulis.

Satu kalimat yang begitu berbelit-belit hanya akan menyiksa pembaca! Menyiksa Pembaca! Cek jumlah kata dalam kalimat Anda, jumlah kata ideal dalam kalimat adalah 10 kata. Latihanlah dengan menulis status di Twitter. Ini akan memaksa Anda untuk membuat kalimat yang efektif hanya dalam 140 karakter.

3. Perkaya Referensi bacaan sesuai tulisan yang Anda buat.

Siapa sasaran pembaca Anda? Anak-anak? Remaja? Dewasa? Nah, perkaya bacaan Anda dengan referensi sesuai genre yang Anda tuju. Tidak, kita tidak sedang mencontek apa isinya. Kita sedang memperkaya khasanah tentang dunia pembaca yang ingin kita tuju.

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Pengumuman Project Subuh, Cinta, Dan Rahasia

Akhirnya selesai sudah proses penilain project Subuh, Cinta, dan Rahasia yang penuh drama ini. Sempat tertunda seminggu, akhirnya 17 Oktober 2017 hasilnya bisa direlease.   Drama pun tidak berhenti sampai situ. Ternyata  setelah pengumuman tanggal…

Menjadi Penulis Biografi (Jasa Penulisan Biografi)

Soal menulis biografi, banyak yang bertanya kepada saya? “Mas, nulisin biografi itu sulit ga sih?” “Mas, caranya buat masarin jasa biografi itu bagaimana sih? “Mas, cara matokin harga jasa kita bagaimana sih?” Well, saya akan…

Resign Dari Menulis

Resign dari menulis? Bulan ini saya banyak ketemu orang-orang luar biasa. Salah satu partner sekaligus mentor bisnis, suatu waktu pernah meminta izin untuk menghitung valuasi salah satu perusahaan yang saya miliki, Inspirator Academy. Hasilnya membuat…

[REVIEW BUKU] SIRKUS POHON – Andrea Hirata

Seberat Apapun Hidup, Tetap Ada Yang Bisa Ditertawakan – Sirkus Pohon Anjay! Xian Nying! Hanya umpatan dan makian yang berlalu lalang dalam kepala saya ketika dalam waktu kurang dari 12 jam saya menyelesaikan karya ke-10…

Tentang Syarat Beli 500 Buku Bagi Penulis Dari Penerbit

Saya disini memosisikan diri sebagai penulis yang sudah ratusan kali berurusan dengan major publisher mengenai proses terbit menerbitkan sebuah buku. Baik itu buku alumni dari Inspirator Academy maupun buku saya sendiri. Jadi apa yang saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *