Mencari Orang Gila hari ke #3

Dua minggu lalu saya sempat me-launch program Mencari Orang Gila. Dimana saya mencari pemuda dan pemudi dari pelosok negeri ini yang siap untuk dididik ilmu Entrepreneur, Writer, dan Public Speaker selama 30 Hari di Jakarta.
Akhirnya terpilih dua sosok GILA yang saya cari.

Orang gila pertama adalah Dina, 21 tahun, asal Bukittinggi.
Orang gila kedua adalah Saad, 20 tahun, asal Medan.

Dua hari pertama, mereka berdua saya berikan ilmu menulis dan saya berikan project menulis buku. Tapi karena masih dalam proses, jadi proses itu tidak akan saya ceritakan di sini.
Saya akan menceritakan apa yang terjadi di hari ke-3 dimana saya bongkar mental blok mereka dan menginstal mental wirausaha dalam dada.

Tepat pukul 05:00 WIB , saya menginstruksikan Dina dan Saad yang sudah berpakaian rapi untuk naik ke mobil. Semua barang pribadi mereka tinggal di Inspirator Building. Yang mereka bawa hanyalah baju yang melekat ditambah KTP. Misi mereka hari ini ada tiga :

1. Pulang kembali ke Inspirator Building sebelum maghrib dengan selamat.
2. Membawa uang masing-masing 1 juta rupiah
3. Membawa kartu nama masing-masing 50.

Pukul 06:00 mereka saya traktir sarapan di sebuah Cafe dekat Waduk Pluit, Jakarta Utara (Sedangkan Inspirator Building ada di Pejaten, Jaksel. 30 km jaraknya). Setelah sarapan, saya tinggalkan mereka berdua di sana untuk menyelesaikan misinya. Saya pulang.

Saya yakin Allah akan menjaga dua perantauan yang baru pertama kali menginjak Jakarta Utara ini.

Pukul 18:00 saya sempat gelisah, karena kedua orang ini belum juga sampai Inspirator Building. Tapi saya tetap yakin pasti mereka berhasil menyelesaikan misinya. Dan voila! pukul 19:00 akhirnya mereka berdua sampai dengan wajah lelah namun penuh gairah.

10521729_10204738266889666_1685110565526028820_o 10928958_10204738267489681_4445249771420392828_o

Dina berhasil mendapatkan uang 50.000 rupiah dan 25 kartu nama
Saad berhasil mendapatkan uang 1.150.000 rupiah dan 20 kartu nama

Buat saya bukan nominal uangnya yang penting. Yang jauh lebih penting adalah mereka berhasil membuktikan kepada diri mereka sendiri jika menjadi pengusaha bukanlah tentang modal uang. Modal yang lebih penting adalah niat, tekad dan keberanian. Tentu saja dengan sedikit bumbu gila.

Mental itulah yang berhasil mereka tanam. Sebuah bekal yang paling krusial untuk melanjutkan perjalanan mereka menjadi seorang pengusaha.

Lantas apa yang mereka lakukan sebenarnya? Bagaimana mereka mendapatkan uang sebanyak itu tanpa modal? Pengalaman seru apa yang mereka dapatkan saat get lost di Jakarta selama satu hari?

Nantikan video GILA nya 😀

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas

Cerita Dari Dirigen Oli Bekas Beberapa hari yang lalu mungkin teman-teman tahu bahwa saya menginisiasi donasi untuk membantu seorang anak bernama Latif. Sebuah video viral di social media memperlihatkan dia sedang dipaksa menyiram oli bekas…

Kios Untuk Ayah

Apakah benar hidup bermula di usia 40 tahun? Banyak sekali yang berkata kepada saya demikian. Bisa jadi ada benarnya, bisa jadi tidak berlaku bagi sebagian besar orang. Coba lihat sekeliling kita saat ini, apakah saudara…

Kamukah Salah Satu Gelandangan Itu? – Properti

https://finance.detik.com/properti/3744907/95-kaum-milenial-terancam-jadi-gelandangan-di-2020 Belakangan saya sering membuat survey atau polling mengenai properti. Kamu tahu kenapa? Ya tentu saja berawal dari kegelisahan saya ketika membaca liputan khusus koran kompas bulan februari kemarin, ditambah berita penegasan dari detik.com ….

#JumuahBerfaedah – Mamah dan Anak Buangannya.

Dari usul status FB dan IG Story saya pagi tadi, saya memilih tema Ibu untuk saya ceritakan di Jumat  ini. Saya memiliki hubungan yang unik dengan Ibu (yang biasa saya panggil Mamah). Relationship saya dengan…

#JumuahBerfaedah – Berorganisasi, Bersilaturahmi, Bersinergi.

Saya adalah orang yang sangat percaya dengan kekuatan silaturahmi. Bagaimana silaturahmi menjadi pintu paling juara untuk membuka rezeki. Aku mengalaminya sendiri. Seorang Brili bisa menjadi seperti ini pun, asbab silaturahmi. Alhamdulillah, karena ketetapanNya, silaturahmi yang…

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *