3 Rumus Editing Dasar Ini, Akan Membuat Tulisanmu Nikmat Dibaca

Sejak saya menasbihkan (halah) diri saya menjadi mentor menulis buku, ada resiko yang tentu saja mengikuti. Setiap hari terhitung dari tahun lalu saya harus membaca satu per satu tulisan mentee saya. Per hari saya bisa membaca sekitar 30-60 tulisan sebanyak dua halaman A4.

Dari tulisan yang udah rapi jali sampai yang masih mbelgedes pun harus saya baca dan kasih feedback. Dari kebiasaan yang berulang-ulang ini akhrnya saya menemukan sebuah pola. Bukan editing yang rumit, namun sebuah 3 langkah untuk menyulap tulisanmu menjadi lebih manusiawi. Layak dibaca manusia.

Screen Shot 2015-10-29 at 14.18.38

Perhatikan screenshot tulisan di atas. Saya sedang tidak bercanda ketika berkata bahwa masih banyak mentee saya yang mengirimkan tulisan macam itu. Benar bahwa tulisan itu membuat mata saya bernanah, tapi tanggung jawab saya membuat penulisnya menyelesaikan bukunya mengalahkan deritanya (halah part 2).

So, agar teman-teman bisa terhindar dari wabah menulis berantakan seperti itu, saya akan kasih rumus editing sederhananya.
Dan prinsip yang harus diingat adalah JANGAN PERNAH MENGEDIT KETIKA SEDANG MENULIS. Editlah ketika sudah selesai menulis.

This is it!

RUMUS 1 : ANGKA PSIKOLOGIS JUMLAH KATA DALAM SATU KALIMAT MAKSIMAL ADALAH 10 KATA.

Jadi mulai sekarang, kamu harus memasang alarm dalam pikiran kamu saat menulis. Apakah sudah 10 kata dalam kalimat? Nah, kalo sudah 10 kalimat, berarti kamu udah ada dalam lampu merah untuk memotong kalimat tersebut.

Lantas apakah tidak boleh lebih dari 10 kata dalam satu kalimat? Tentu saja boleh. Ingat, 10 kata adalah angka psikologis dimana sebuah kalimat masih enak dibaca dan dimengerti. Cek di setiap kata ke 10, lalu potong.

RUMUS 2 : ANGKA PSIKOLOGIS JUMLAH KALIMAT DALAM SATU PARAGRAF MAKSIMAL ADALAH 5 KALIMAT.

Sekarang cek lagi susunan paragrafmu, apakah sudah melebihi dari 5 kalimat? Jika memang sudah, pertimbangkan dengan matang untuk jump in ke paragraf selanjutnya. Sudah mulai memikirkan untuk membuat paragraf baru. Jangan sampai paragrafmu tidak habis-habis hingga 10 halaman.

Uuuurghh… Kamu mau nulis apa mau membunuh pembacamu perlahan?

RUMUS 3 : HINDARI MENULISKAN SINGKATAN-SINGKATAN YANG TIDAK PERLU DALAM TULISANMU.

Rumus ini akan sangat menolongmu, untuk terhindar dari dua masalah pelik dunia ini.

  1. Menjadi Alay.
  2. Dikutuk pembaca karena menyusahkan mereka.

Contoh kata yang paling banyak disingkat misalnya :

Gue : Gw , W

Nggak : Gak, Gug, Ga, G

Dengan : dgn

Dan yang paling kasus adalah imbuhan “nya” menjadi “x”.

Apanya : apax , Tanya : Tax , Semangatnya : semangatx .

Entah darimana anak-anak zaman sekarang mendapatkan ilham seperti itu. Mungkin jika J.S Badudu masih hidup, dia akan menjadi orang paling menderita saat ini.

 

Nah, itu 3 rumus dasar yang bisa mulai kamu praktekan. Ini rumus paling dasar. Tentu saja, ilmu editing masih sangat luas cakupannya. Tapi di awal, dengan mempraktekkan 3 rumus ini saya yakin tulisanmu akan jauh lebih manusiawi.

Selamat mencoba!

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Diary Penulis Biografi –Klien Pertama Untuk Ghostwriter Pemula

Diary Penulis Biografi –Klien Pertama Untuk Ghostwriter Pemula Selamat malam writers! Ada yang unik minggu ini. Tak ada angin dan tak ada hujan, ada dua gadis mengontak saya untuk berdiskusi 1 pertanyaan yang sama. Satu…

Diari Penulis Biografi – Wujud Paling Tinggi Dari Cinta

Dalam tulisan saya DI SINI , saya pernah menuliskan bahwa hal yang paling saya syukuri dari menjadi co/ghost writer / penulis biografi adalah bisa bertemu sekaligus berinteraksi dengan banyak orang berilmu. Bisa face to face empat…

Dilan 1990 . Menulis Cerpen Atau Novel Based On True Story? Ini Resikonya!

Foto diambil dari sini Ketika membaca ini, apakah kamu termasuk salah satu dari 4.000.000 penonton yang sampai hari ini sudah menonto Film Dilan 1990? Atau baca novelnya? Sampai sekarang baik novel dan filmnya masih laris…

#JumuahBerfaedah – Indonesia Timur Dan Senyum Yang Tumpah

Apa yang paling kamu syukuri Jumat ini? Jika kamu bertanya kepadaku, yang paling kusyukuri adalah telah terbitnya buku ke- 28 dan buku ke-29. Ya, kedua buku tersebut resmi lahir di waktu berdekatan dengan lahirnya buku…

Pengumuman Project Subuh, Cinta, Dan Rahasia

Akhirnya selesai sudah proses penilain project Subuh, Cinta, dan Rahasia yang penuh drama ini. Sempat tertunda seminggu, akhirnya 17 Oktober 2017 hasilnya bisa direlease.   Drama pun tidak berhenti sampai situ. Ternyata  setelah pengumuman tanggal…

23 comments

    Waaahhh dapet ilmu lagi dari Mas Brili. Jazakallah.
    Kata “mblegedes” nya itu bikin ngakak 😀

    Yah… Saya scroll kebawah terus. Nyari hasil editan tulisan amburadul tadi. Scroool,eh ternyata nggak ada 😀

    Ngakak pas baca “nya” ganti “x”. Pernah ngalamin baca koment di group wa. Setiap lihat “x” galau ngartiin maksudnya :-)

    waah ini koreksiku hehehe, okeeee setelah baca beberapa postingan di blog ini, semoga tulisanku semakin ‘bener’ semangat!!
    Terimakasih ilmunya Mas Brili

    Wah dunia kita muter2 disini aja ya.
    Ketemu lagi sama kak Brili.
    Tau kak Brili pas kita di Kelas Inspirasi Palembang. Udah pindah Jakarta, Pengen belajar nulis gak sempat (Sok Sibuk). Ehh sekarang lagi Belajar sama Mas Rezky ketemu refrensinya kak Brili… Keren dah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *