Tentang Nama

Aku beruntung, untuk ukuran generasi 60 an (maksudnya yang lahir di umur 1960 an) kedua orang tuaku cukup gaul di jamannya. Lebih tepatnya dibilang visioner. Salah satu buktinya ada pada namaku.

Brili Agung Zaky Pradika.

Orang-orang yang pertama kali mengenalku biasanya akan berekspresi sama. Mengerinyitkan dahi dan berkata. “Itu nama asli?”

“Bukan! Itu nama KW! Menurut lo?!!” Rasanya pengen banget teriak kayak gitu.

Tapi ditilik dari artinya, jika di harfiahkan namaku berarti Anak yang cerdas, besar, berani dan selalu jadi yang pertama. Amiin ya Allah. Kabulkan doa Baim Ya Allah..

Ya nama adalah manifestasi doa. Bahkan sejak saat ini pun aku sudah menyiapkan sebuah nama untuk putraku kelak. Mau tau? Emm.. masih Er Ha Es! (Syit, ketauan deh angkatan tahun berapa).

Ah ya sudahlah, entah siapa yang memulai, tapi tampaknya nama anak sekarang sudah menuju ke satu trend tertentu. Nama ke arab-araban.

Sekarang kita semua pasti familiar dengan nama Keisya, Rasya, Vanesya, Daffa, Arsya ampe Pasha. Nama-nama yang luar biasya.

Kadang nama itu di perberat dengan penambahan beberapa suku kata dibelakangnya.

Vanessa Dara Zafira atau Keisya Fadilla Annabela.

Nama anak sekarang panjang berima. Kayak pantun. Dan semua itu akan lebih kacau lagi jika suku kata terakhir di tambah family name yang berasal dari nama bapaknya yang sama sekali ngga nyambung dengan nama anaknya.

Keisya Dewina Annabela Paijo. Failed!

Dan kebanyakan, nama-nama anak tadi itu terdiri 4 suku kata. Dan beberapa bahkan ampe 5 suku kata. Panjang dan penuh sesak kayak KRL ke bogor sore hari jam pulang kantor.

Yang jadi pertanyaanku adalah..bagaimana nasib anak-anak ini ketika mengisi nama mereka di SPMB nanti?

Dimana mereka harus menghitamkan sekian banyak bulatan hanya untuk nama mereka.

Mereka akan kalah cepat dengan anak-anak bernama Budi atau Anto.

“Lima menit lagi!”

“Kei..sya….Fadhil…la..atau fadila? Akh shit, L nya kurang satu!” si anak panik sambil cepirit.

Kemungkinkan mereka kehabisan waktu akan meningkat 73% (Ya, persentase ini ngasal).

Ntah kemana hilangnya nama-nama asli Indonesia seperti Iwan Sumringah atau Rudi Bogel.

Lenyap tanpa bekas.

Aku sepenuhnya tau bahwa nama seorang anak adalah bentuk pengharapan atau doa orang tuanya.

Tapi kita tau betapa kejamnya dunia abege jaman sekarang, dimana nama panggilan bisa sangat jauh dari nama aslinya. Dan sebaiknya orangtua juga harus mempertimbangkan hal ini dalam proses pemberian nama kepada anaknya.

Kadang nama yang bagus, menghasilkan nama panggilan yang sama sekali ngga nyambung.

Aku aja kadang suka noleh kalo orang manggil Vino.

Aku punya temen (beneran ga boong) yang punya nama bagus luar biasa.

Nama nya Andy Pandu Dewantara. Namanya kurang bagus apa coba?

Kalian tau apa nama panggilan dari temen-temennya? Cilok.

—————————–

Dunia remaja itu keras Jendral!

Tapi memang sih, Aku menyadari sepenuhnya kalau nama Indonesia itu kurang keren terdengar. Nama bule akan terdengar lebih keren. Apalagi untuk bisnis.

Pernah nyadar betapa gantengnya Lehman Brothers terdengar?

Lehman Bersaudara? Terdengar seperti toko beras.

Kantor auditor Ernst and Young? Bandingkan dengan Anto dan Fitri? Kayak sinetron stripping.

Charles and Keith? Apa jika ada merk sepatu bernama Ujang dan Suparno anda tertarik membelinya?

Jadi serba salah ya?

Tapi bagaimanapun juga, demi memantaskan diri bolehlah mulai sekarang kita sudah menyiapkan nama-nama terbaik untuk anak kita nantinya.

Nama yang mengandung doa sekaligus tidak merepotkannya nanti ketika sedang menghadapi SPMB.

—————————–

Anyway, tulisan ini aku ambil dari buku Seni Memantaskan Diri yang aku tulis 2014.

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Kamukah Salah Satu Gelandangan Itu? – Properti

https://finance.detik.com/properti/3744907/95-kaum-milenial-terancam-jadi-gelandangan-di-2020 Belakangan saya sering membuat survey atau polling mengenai properti. Kamu tahu kenapa? Ya tentu saja berawal dari kegelisahan saya ketika membaca liputan khusus koran kompas bulan februari kemarin, ditambah berita penegasan dari detik.com ….

#JumuahBerfaedah – Mamah dan Anak Buangannya.

Dari usul status FB dan IG Story saya pagi tadi, saya memilih tema Ibu untuk saya ceritakan di Jumat  ini. Saya memiliki hubungan yang unik dengan Ibu (yang biasa saya panggil Mamah). Relationship saya dengan…

#JumuahBerfaedah – Berorganisasi, Bersilaturahmi, Bersinergi.

Saya adalah orang yang sangat percaya dengan kekuatan silaturahmi. Bagaimana silaturahmi menjadi pintu paling juara untuk membuka rezeki. Aku mengalaminya sendiri. Seorang Brili bisa menjadi seperti ini pun, asbab silaturahmi. Alhamdulillah, karena ketetapanNya, silaturahmi yang…

Alien Dalam Dunia Penulis (Tere Liye)

Saya tidak kaget dengan heboh pernyataan Bang Tere Liye kemarin. Karena saya mengikuti pemikiran sekaligus langkah yang ditempuhnya soal keadilan bagi penulis. Termasuk audiensi yang saya lakukan Maret lalu kepada Pak Hestu Yoga selaku Direktur…

LAPORAN PAKET BERBUKA GOES TO DESA 2017

Nabi SAW bersabda: “ Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya, dan orang mukmin akan bernaung dibawah bayang-bayang sedekahnya, “ – HR. At-Thabrani   Alhamdulillah Terimakasih tiada terkira bagi semua…

13 comments

    Nama Indonesia punah karena generasi 60 mulai kasi nama anak2nya dgn nama yg aneh..misalkan Brilli…dari situ pe’nama’an berevolusi. Diksi yg dipake generasi 70, 80 dalam menamai anaknya makin canggih (baca: rumit) ah..andai generasi 60 ga berinovasi dulu..kenapa ga kasi nama “beno” gituh…kan lebih mudah dan nuansa “ngapak”nya dapet..

    tapi setuju banget kalo nama itu harus berisi doa..misal lagi : Brilli…coba kalo Blora, Braille atau Broiller…kan orang jadi bingung jg mempersepsikannya :) hee

    Mas Brilli, tulisannya bagussss…makasi yaa..aseli..sayangnya, ketika baca aku sdh menamai 3 anakku dgn 5 kata euy heuheuheu…doakan smoga mereka dpt jalur khusus ga harus SMPTN ya Omm

    bener banget pengaruh pas SPMB nih, aku waktu sekolah cuma terdaftar namanya YANNI doang (gak pake doang yaa), nah temenku yg lain pada iri karena aku udah liat-liat soal ujian sedangkan mereka masih buletin nama mereka, ada yg kurang huruf terus dihapus lagi hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *