Pertanyaan Sulit

Ada yang berbeda dari talkshow saat saya diundang menjadi pembicara di Seminar Penulisan Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia beberapa saat yang lalu.

“Jadi apa peran orang tua dalam karier menulis mas Brili?”

Ya, yang membedakan adalah munculnya pertanyaan itu. Sudah tak terhitung berapa talkshow yang saya hadiri sebagai narasumber, dan baru kali ini pertanyaan itu muncul. Biasanya pertanyaan yang sama selalu datang berulang dari talkshow ke talkshow.

“Dapat inspirasi dari mana?”

“Bagaimana cara membagi waktu antara pekerjaan dan menulis?”

“Kalo kena writers block, mesti ngapain?”

“Kapan nikah?”

Pertanyaan-pertanyaan yang hampir membuat saya membeli alat perekam dari Bu Sofie, merekam jawaban, goyang bang jali, lalu memutarnya setiap kali ada yang bertanya itu lagi-itu lagi.

Namun hari itu sebuah pertanyaan segar berhasil membuat rusuh hati dan kepala. Dilempar oleh seorang mahasiswa yang merasa tidak didukung oleh orang tuanya saat dia bercita-cita menjadi penulis.

Saya memasukan kategori ini sebagai pertanyaan sulit. Karena jika saya ingat kembali, pada dasarnya orang tua saya tidak begitu mendukung passion menulis saya. Ataupun karir saya sebagai penulis.

Alasannya ada dua, Pertama karena penulis bukan PNS. Kedua, karena di mata orang tua profesi ini tidak menjanjikan.

Namun saking ngebetnya dengan dunia tulis menulis, menulis adalah salah satu alasan utama ketika saya resign dari Premysis Consulting tahun lalu.

Menghabiskan waktu berhari-hari di kamar sendiri. Menyelesaikan project co-writing seorang pengusaha dan artis secara bersamaan. Berbekal celana pendek dan kaos dalam – beberapa kali malah tanpa baju. Mengangkat kaki ke meja, menggigit gigit pensil mencari inspirasi. Adik yang kebetulan sedang berlibur ke Jakarta yang melihat rutinitasku pun dengan panik menelepon Mamah di rumah.

“Mah, mas Brili kayaknya stres deh. Lama-lama bisa gila dia Mah..”

Setelah dua minggu kemudian project co-writing itu selesai, alhamdulillah kompensasinya cukup untuk bertahan hidup. Juga dijadikan senjata untuk menolak perintah orang tua mengikuti Tes Masuk CPNS.

Maka jika ditanya peran orang tua dalam karir kepenulisan saya, dukungan bukan jawaban yang tepat. Bakat? Bukan juga. Meskipun Bapak adalah guru Bahasa Indonesia, beliau belum pernah menerbitkan satupun karya tulis.

Jadi sebenarnya apa peran orang tua dalam karir kepenulisan saya?

Saya mendekatkan microphone ke mulut, dan dengan satu hentakan nafas saya menjawab, “Orang Tua Saya penanya yang ulung.”

Mahasiswa itu mengerinyitkan alis, “Maksudnya kak?”

“Iya..” Lanjutku. “Orang tua saya suka bertanya tentang kegiatan sehari-hari saya. Pertanyaannya sederhana. Namun itulah yang membuat saya ingin menjawab dengan bercerita.”

Kemudian saya mengingat momen ketika saya masih kecil. Setiap malam saat selesai mengerjakan PR, Mamah pasti akan bertanya. “Sekolahnya tadi gimana? Nilai ulangannya? Si Danang juara kelas lagi ya? Dikasih uang saku tambahan lagi ga sama Bu Darinah?”

Pada saat itulah saya bercerita. Mendeskripsikan apa yang saya alami dari pagi hingga sore. Merunutkan alur dan setting serta menyebutkan beberapa karakter teman. Hingga membentuk sebuah cerita. Dan ini semakin terasah karena Mamah sering memberi saya tugas mulia.

Apa itu? Saat Mamah sedang ada pekerjaan, dia sering meminta tolong saya untuk mewakilinya menonton sinetron favoritnya. Setelah itu, esok paginya sambil sarapan saya diminta menceritakan episode sinetron itu dengan runut dan detail.

Bagaimana dengan Bapak? Bapak mungkin memang tak menurunkan bakat menulis. Namun Bapak adalah seorang pencerita yang ulung. Dia kerap menceritakan humor-humor lawas yang ajaibnya bisa saya mengerti. Padahal saat itu saya hanya anak ingusan berseragam putih merah. Beliau memulai “panggung” nya setiap malam di teras rumah. Saat itu akulah penonton sekaligus penggemar tunggalnya.

Kombinasi Mamah yang suka bertanya dan Bapak yang suka bercerita, melahirkan saya yang sampai sekarang jadi suka bercerita. Bercerita lewat tulisan dan kata-kata.

Mungkin orang tua saya bukan tipe orang tua yang membelikan saya buku secara rutin dan memaksa untuk membaca banyak buku tiap hari. Mereka juga bukan pujangga atau seniman yang menitiskan bakat lewat darah.

Yang orang tua saya lakukan sederhana. Mereka membuat saya gemar bercerita.

Jadi, jika saat ini saya berdiri di titik ini, darisanalah semua bermula. Di sebuah meja belajar malam hari. Di antara belaian lembut dan sebuah pertanyaan sederhana.

“Sekolahnya tadi gimana?”

Big Things often have small begginings.” – Prometheus

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

#JumuahBerfaedah – Mamah dan Anak Buangannya.

Dari usul status FB dan IG Story saya pagi tadi, saya memilih tema Ibu untuk saya ceritakan di Jumat  ini. Saya memiliki hubungan yang unik dengan Ibu (yang biasa saya panggil Mamah). Relationship saya dengan…

#JumuahBerfaedah – Berorganisasi, Bersilaturahmi, Bersinergi.

Saya adalah orang yang sangat percaya dengan kekuatan silaturahmi. Bagaimana silaturahmi menjadi pintu paling juara untuk membuka rezeki. Aku mengalaminya sendiri. Seorang Brili bisa menjadi seperti ini pun, asbab silaturahmi. Alhamdulillah, karena ketetapanNya, silaturahmi yang…

Alien Dalam Dunia Penulis (Tere Liye)

Saya tidak kaget dengan heboh pernyataan Bang Tere Liye kemarin. Karena saya mengikuti pemikiran sekaligus langkah yang ditempuhnya soal keadilan bagi penulis. Termasuk audiensi yang saya lakukan Maret lalu kepada Pak Hestu Yoga selaku Direktur…

LAPORAN PAKET BERBUKA GOES TO DESA 2017

Nabi SAW bersabda: “ Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya, dan orang mukmin akan bernaung dibawah bayang-bayang sedekahnya, “ – HR. At-Thabrani   Alhamdulillah Terimakasih tiada terkira bagi semua…

Update Paket Berbuka Goes To Desa 2017

Assalamualaikum Saudaraku… Apakah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu Jumat lagi minggu depan? Atau Ramadhan lagi besok? Tak ada yang tahu perihal ini kecuali DIA yang Maha Mencipta. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha melakukan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *