Bahwa Tujuan Lebih Kuat Dari Perbedaan
Suatu hari kau pernah berujar, “Diantara kita terlalu banyak perbedaan..”
Kemudian yang terjadi adalah kau kemudian menyerah pada keadaan dan melangkah mundur perlahan.
Sejurus kemudian aku tersadar. Kita memang berasal dari galaksi berbeda. Di galaksimu, kamu dibesarkan dengan segala macam kelembutan, kedekatan, perhatian penuh, dan serba kehati-hatian. Sedangkan aku dibesarkan dengan aturan, kelugasan, jalanan, kebebasan, bahkan tidak jarang dengan makian. Saat galaksi kita beradu, iramanya tak lagi merdu. Kau meradang, akupun terkekang.
Kita memilih berbalik badan untuk kemudian pulang.
Apa benar sebuah perbedaan tidak pernah mampu menyatukan? Bukankah darimanapun alur sungai berasal, semuanya akan bermuara di tempat yang sama?
Kemudian aku tersadar, bahwa dalam suatu hubungan haruslah dibangun dari kesamaan tujuan. Seperti kata seorang kawan, seharusnya kita memang selalu memulai sesuatu dari garis finishnya.
Jika kita tidak menemukan ada kebaikan dari suatu hubungan, mau bagaimanapun kita berdarah menjalaninya, semua akan tersakiti pada akhirnya.
Jika kita menjejak ke arah yang sama, bagaimanapun perbedaan diantara kita, aku percaya kita akan saling menguatkan dalam setiap langkahnya. Izinkan aku untuk menyelami apa mimpimu. Dan kaupun akan kupersilakan meneropong kemana aku ingin menuju. Ketika kita menuju arah yang sama, segala perbedaan takkan lagi terasa.
Pada akhirnya, segala perbedaan akan menjadi lelucon yang kita tertawakan. Saat takdir kita suatu hari bertautan.
Lagi-lagi ini untukmu. Kepada Nona yang belum bernama. Ingatlah, bahwa jarak kita hanyalah waktu. Dan saat ini kita sama-sama menabung rindu. Jangan khawatir, aku sedang berjalan menujumu. Hingga satu hari nanti aku utuh milikmu.
3 comments
Saluut.
sing sabar … sing sareh …
Aamiin
Semoga di dalam perjalanan menujunya, dipermudah yo . . .