Surat Terbuka Untuk Bapak Ken Dwijugiastedi. (Direktur Jenderal Pajak)`

Yang dibacakan kepada Bapak Hestu Yoga Saksama (Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Dirjen Pajak) pada tanggal 14 Maret 2017 di Hotel Le Meridien, Jakarta

Assalamualaikum Wr Wb

Perkenalkan,saya Brili Agung. Pengurus HIPMI dan seorang penulis buku.

Pak Ken yang saya hormati, sekarang sedang ramai istilah Penista Agama di masyarakat. Namun saya memiliki definisi berbeda untuk Penista Agama sesungguhnya.

UNESCO merilis daftar 61 negara dengan indeks minat bacanya. Dan seperti yang sama sama kita ketahui, Indonesia ada di peringkat 60. Satu level diatas Botswana.

Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Dunia ada di peringkat dua terbawah. Seolah lupa bahwa Ayat pertama yang turun dalam Al Quran adalah IqRo (bacalah) dan surat kedua yang turun adalah Al Qalam (pena). Sungguh Allah menurunkan petumjuk yang nyata bag hambaNya dalam setiap ayat suciNya. Agar kita menjadi umat yang cerdas dengan membaca dan menulis. Namun faktanya, saat ini indeks baca di Indonesia hanya 0.001 . Yang artinya dari 1000 penduduk Indonesia hanya 1 yang memiliki minat baca.

Pak Ken yang saya hormati, Bapak dan institusi Bapak tentu sangat mampu berperan mengatasi krisis ini. Bukankah janji UUD adalah mencerdaskan kehidupan bangsa? Salah satunya adalah melalui buku berkualitas yang ditulis penulis berkualitas?

Namun, cita cita itu saat itu menghadapi satu rintangan besar Pak. Apalagi jika bikan besaran jumlah pajak untuk royalti bagi penulis buku.

Mengutip surel dari Bang Tere Liye :

“Karena pajak penulis itu sebenarnya 30%. Jadi ketika kamu sudah dipotong pajak royalti, setiap tahun harus bikin SPT, karena penulis penghasilannya adalah royalti, maka mereka tidak boleh pakai Norma Penghitungan Penghasilan Netto, NPPN, jadilah mereka harus bayar 30% (asumsi royalti mereka besar). Itu artinya, jika ada dokter, pengacara, artis, dll sama2 punya penghasilan 1 M /tahun, penulis akan bayar pajak 2x lipat dibanding profesi-profesi ini. Kita adalah profesi paling muahal di negeri ini.”

Saya apresiasi PP 46 tahun 2013, dimana pemerintah berani menerapkan terobosan pajak 1% bagi UMKM.

Jika Pemerintah memiliki kemauan menerapkan besaran pajak yang sama bagi royalti penulis maka Pemerintah sesungguhnya sedang berpetan mendoromg lahirnya penulis penulis berkualitas seperti Kartini yang pemikirannya mengenai habis gelap terbitlah terang abadi dalam memori bangsa ini. Jika semakin banyak penulis berkualitas lahir dari rahim Ibu Pertiwi ini, kami yakin indeks minat baca pun akan meningkat. Dan ini sejalan dengan cita cita “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”

Sama persis seperti apa yang tertulis di surat Al Baqarah. Minadzulamati Ilannur. Membawa kegelapan kepada cahaya

Saya mohon tanggapan Bapak atas kegelisahan kami para penulis buku di Indonesia.

Terima Kasih.

——

Tanggapan Pak Hestu Yoga yang langsung beliau sampaikan :

Terima kasih sekali atas input yang diberikan. Jujur saya juga gelisah melihat anak saya juga tidak suka membaca. Masukan ini akan saya sampaikan ke Pak Dirjen untuk dikaji lebih dalam. Termasuk tentang kebijakan khusus untuk royalti buku bagi penulis dan juga yang ada kaitannya dengan fiskal ke depannya.
Sekali lagi terima kasih.

—-

Teman-teman semua, walaupun pesan ini sudah sampai ke sosok yang tepat, kita harus tetap mengawalnya. Dalam kesempatan tadi saya beruntung surat saya juga didengarkan oleh Bapak Muhammad Misbakhun, anggota DPR RI komisi XI yang memang mengawasi segala kebijakan tentang tata kelola keuangan RI.

Insyaallah, isu ini akan segera mendapat titik terang. Mari kita mentadzaburi Minadzlumati Ilannur.. Membawa kegelapan kepada terangnya cahaya.

IMG_20170314_151601 IMG_20170314_154330 IMG_20170314_154824

CEO Inspirator Academy, penulis 6 buku, co-writer 17 buku artis, pengusaha, dan trainer.

Pengumuman Project Subuh, Cinta, Dan Rahasia

Akhirnya selesai sudah proses penilain project Subuh, Cinta, dan Rahasia yang penuh drama ini. Sempat tertunda seminggu, akhirnya 17 Oktober 2017 hasilnya bisa direlease.   Drama pun tidak berhenti sampai situ. Ternyata  setelah pengumuman tanggal…

Menjadi Penulis Biografi (Jasa Penulisan Biografi)

Soal menulis biografi, banyak yang bertanya kepada saya? “Mas, nulisin biografi itu sulit ga sih?” “Mas, caranya buat masarin jasa biografi itu bagaimana sih? “Mas, cara matokin harga jasa kita bagaimana sih?” Well, saya akan…

Resign Dari Menulis

Resign dari menulis? Bulan ini saya banyak ketemu orang-orang luar biasa. Salah satu partner sekaligus mentor bisnis, suatu waktu pernah meminta izin untuk menghitung valuasi salah satu perusahaan yang saya miliki, Inspirator Academy. Hasilnya membuat…

[REVIEW BUKU] SIRKUS POHON – Andrea Hirata

Seberat Apapun Hidup, Tetap Ada Yang Bisa Ditertawakan – Sirkus Pohon Anjay! Xian Nying! Hanya umpatan dan makian yang berlalu lalang dalam kepala saya ketika dalam waktu kurang dari 12 jam saya menyelesaikan karya ke-10…

Tentang Syarat Beli 500 Buku Bagi Penulis Dari Penerbit

Saya disini memosisikan diri sebagai penulis yang sudah ratusan kali berurusan dengan major publisher mengenai proses terbit menerbitkan sebuah buku. Baik itu buku alumni dari Inspirator Academy maupun buku saya sendiri. Jadi apa yang saya…

One comment

    Yang terhormat dirjen pajak Rebublik Indonesia
    Terus terang saya sangat direpotkan dengan macam macam isian laporan pajak yang harus saya isi setiap tahun termasuk isian pajak online .Logikanya masyarakat yang telah di kenai majam-macam pajak dan tertb membayar pajak
    mestinya mendapatkan minimal ucapan terimakasih apakah berupa secarik kertas , stiker atau apa saja sebagai bentuk kepedulian atas partisipasi warga terhadap pembangunan.
    Yang terjadi sebaliknya saya sebagai wajib pajak justru malah di repotkan dengan macam macam isian yang menurut saya mestinya itu tidak menjadi pekerjaan wajib pajak.
    Dengan tersedianya teknologi yang modern ini mestinya ada kordinasi antar lembaga dan instansi yang berurusan dengan pajak . sebagai contoh seseorang yang sudah memabyar pajak bumi dan bangunan datanya sudah langsung terintegrasi dengan urusan perpajakan jadi ndak usah nanya lagi ngisi lagi bahkan kalau perlu seseorang yang tertip bayar listrik setiap bulan dirjen pajak bisa akses ke kompunter dan tau bis alihat datanya .semoga dengan gaji pegawai perpajakan yang cukup besar menjadiikan kinerja dan pelayanan yang lebih baik karena yang di tarik dan dikelola tersebut adalah uang masyarakat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *