Review Seenaknya Film 5cm.

Jadi pas tanggal 12-12-12 kemarin aku nonton film 5cm. Dan acara nonton ini disponsori seorang kawan yang baru saja menerima THR nya dan juga komunitas @moviegoresID . Kami berencana nonton rame-rame di Blitz GI. Agak pesimis sih awalnya bisa nyampe ke bioskop tepat waktu, karena ban motor sempet bocor dua kali dalam perjalanan. But, the show must go on right?

Akhirnya sampe sana tepat waktu dan segera kami ngumpul bareng temen2 dari komunitas. Walaupun baru pertama ketemu tapi ya sok akrab aja. Itung-itung nambah silaturahmi. Karena tempat duduknya ga muat, akhirnya kami melipir ke ujung ruang tunggu satunya, yang masih ada sisa space. Lagi nunggu sambil mantau twitter, tiba-tiba ada teriakan histeris dari arah seberang. Dan benar, ternyata ada si Fahri *eh itu ayat-ayat cinta ding. Emm di 5cm dia jadi Genta! Ya siapa lagi kalo bukan Fedi Nuril. Sempet mikir kalo dia cewe mungkin namanya Farida Nurul kali ya.. Tapi yaudahlah, intinya begitu dia datang cewe-cewe kontan pada histeris, dari yang teriak-teriak, foto, minta tanda tangan sampe manjat-manjat si Fedi pun ada. Ternyata dia ga dateng sendirian. Ada pula Denny Sumargo yang berperan jadi Arial dan Igor yang jadi Ian. Seperti biasa, aku ga terlalu antusias, walaupun sengaja update twitter bikin sirik para follower. Hahaha

Kejadian ga disangka itu pun tiba. Tiba-tiba Denny Sumargo jalan sendirian, pura-pura sibuk bawa smartphone nya lalu berhenti di depanku. Kayaknya si Denny caper minta diajak foto bareng nih. Karena kasian kalo keinginannya ga kesampean, akhirnya aku samperin Denny dan minta foto bareng.

 

Jangan pada ngiri ye,,
Jangan pada ngiri ye,,

 

 

 

 

 

 

 

Terus kita tukeran kaos dan salaman (Lu kate main bola? :|). Lagi asik-asiknya ngobrol tiba-tiba ada panggilan kalau studio udah dibuka, dan kita berpisah disana.

Menurutku ini salah satu film Indonesia yang patut dibanggakan. Nge hits dimana-mana. Karena selain ceritanya yang berbobot, pesan moril yang dalem, yang main juga cucok-cucok bo. Ada Fedi Nuril (Genta) yang kalem-kalem gimana gitu.Denny Sumargo (Arial) yang mantan atlet basket dan badannya ber pack-pack. Herjunot Ali (Zafran) yang sempet ngetren di awal 2000an. Igor Saykoji (Ian) yang mewakili orang-orang gemuk. Raline Shah (Riani) yang kalo ga salah sempet jadi Miss Indonesia. Dan yang paling pangku-able banget ya si Pevita Pearce (Arinda). Duh, ngetik nafasnya aja udah bikin ngos-ngosan. Pokoknya cast nya komplit lah.

5cm cast

 

 

 

 

Film ini menceritakan tentang persahabatan mereka berlima. Tentu dengan karakter unik yang beda-beda inilah yang menjadi bumbu serta daya tariknya. Genta si Leader sejati, Arial yang cool tapi jadi beku beneran kalo dah ketemu cewe, Zafran yang absurd dan pede mampus, Riani yang cantik dan penuh perhatian, serta Ian yang hobi makan bokep dan nonton sarimi serta mengidolai Happy Salma setengah mati.

Ceritanya mereka udah sahabatan dari SMA. Nah suatu ketika mereka ngumpul-ngumpul di rumah nya Arial. Adegan yang sedikit toeng toeng untuk ukuran film jaman sekarang adalah saat Arinda muncul dan turun tangga. Digambarkan sebagai sosok yang sangat cantik lengkap dengan kipas angin yang membuat rambutnya berkibar-kibar hingga membuat Zafran jatuh cinta sama dia.

 

Terus mereka ngumpul di halaman belakang rumah Arial. Untuk urusan setting tempatnya, ini agak berlebihan. Ada lorong tumbuhan lengkap dengan lampu hias kecil warna-warni, ada juga lilin-lilin yang menyala di sekitar tempat nongkrong mereka. Emang asik dan bikin betah banget sih, cuma lebay. Ga sekalian di kasih rose petal sekalian atau red carpet?

Nah, intinya mereka memutuskan untuk break dulu selama 3 bulan karena bosen terus2an bareng dari SMA. Et dah, sahabat aja bisa break ya. Kalo yang pacaran minta break biasanya sih cuma modus biar bisa lirik kanan kiri lagi dan ujung-ujungnya putus. Kalo ini sahabat lho. Lima orang pulak. Tapi its okay, kalo ga gini mungkin filmnya ga seru kali ya.

Jadi selama break tiga Bulan ini mereka konsen dengan aktivitas masing-masing. Genta sibuk dengan bisnis EO nya, Riani dengan kerjaan kantorannya, Arial dengan nge gym dan usahanya untuk menjadi biasa kala berhadapan dengan wanita, Zafran yang ga punya band tapi punya CD rekaman kompilasi musik “The Best of Zafran” -__- ‘ . Dan Ian yang sibuk dengan skripsinya. Tentu saja dengan pembimbingnya yang punya nama tabu kalo dibacanya nyambung jadi satu. Siapa lagi kalo bukan Sukonto Legowo.

Akhirnya setelah 3 bulan, Genta ngajak mereka bertiga dan sok-sok mau ngasih surprise gitu. Genta cuma kasih petunjuk kalo meetingnya di Stasiun Pasar Senen beserta barang-barang apa yang harus mereka bawa. Kalo aku temen Genta, sekali baca list barangnya pasti tahu bakal naik gunung. Tapi anehnya ga ada satupun temen-temennya yang nyadar kalo mereka akan dibawa naik gunung. Entah hidup di alam apa mereka. Pas ketemu di stasiun, ketara banget-nget kalo tas carrier mereka tu kosong melompong. Cuma pasang aksi aja biar keren jadi Anung (Anak Gunung).

Bahkan adegan Ian yang telat dateng dan ngejar kereta Matarmaja dengan berlari pun sedikit aneh. Kenapa dia ngotot ampe lari setengah mati buat naik dari pintu gerbong dimana temen2nya ada? Kalo dia naik dari pintu gerbong paling belakang kemudian jalan kaki ke gerbong temen-temennya kan ga jadi serepot itu..

Terlepas dari itu, banyak dialog sepanjang perjalanan ke Malang ini yang mempunyai pesan menusuk. Seperti satu kalimat dari Zafran “Tuhan, terima kasih telah menciptakan Indonesia ini begitu indah.. Izinkan kami anak muda Indonesia untuk menjaganya.”

Rizal Mantovani sebagai sutradara cukup lihai mengambil berbagai angle dan sudut-sudut gambar. Sehingga keindahan sawah serta pemandangan sepanjang perjalanan dapat disajikan secara gamblang sekaligus apik.

Tapi tetep aja ada satu adegan yang membuat panas membara dibakar cemburu *halah. Yaitu pas adegan ala-ala Titanic yang coba ditirukan Zafran dan Arlinda. Bedanya Titanic tuh di kapal dan yang ini di kereta api ekonomi. Arlinda yang dipaksa Zafran buat ngrasain angin yang berhembus dari kereta yang sedang berjalan kencang lewat pintunya. Sampe mencondongkan separuh badannya keluar, dan dengan modus nya si Zafran megang Arlinda dari belakang. Romantis? Menurut ku sih ngga! Itu kan bahaya! Kalo pevita kenapa-kenapa gimana? Kan mahluk kayak dia yang pangku-able di Indonesia udah langka!!!

Akhirnya mereka sampai juga di Ranu Pane. Gerbang pendakian ke Mahameru. Puncak gunung Semeru. Oke, aku akui memang banyak pesan yang disampaikan Dhony Dhirgantoro selaku penulis novel 5 cm melalui dialog yang ada. Tapi yang tertangkap di kamera dan film justru satu kesan melankolis nya Dhony dipaksakan masuk ke dalam enam karakter utama dalam film. Ga cocok banget satu karakter dingin kayak Arial atau karakter ngocol bin mesum macam Ian mengucapkan kata-kata puitis berantai.

Nilai plus plus dari film ini adalah pengambilan gambar sepanjang perjalanan pendakian ke Mahameru yang cukup memukau penonton dan membuatku mem-fix kan akan mecoba mendaki Semeru 9 maret nanti. Setiap detail keindahan Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Padang Lavender, Padang Savana, Negri Dia atas awan, dan pemandangan puncak Mahameru berhasil diabadikan lewat kamera dengan sempurna.

Bikin mimisan kepengen
Bikin mimisan kepengen

 

 

 

 

 

Nilai-nilai cinta yang kental serta berbagai pesan-pesan nasionalisme amat terasa lewat tiap dialog di film ini. Dua quote yang paling aku suka adalah

“Orang yang tidak berani mengungkapkan cinta nya kepada orang lain, itu karena kecintaannya yang terlampau besar untuk dirinya sendiri.” ~ Penggalan puisi nya Zafran.

Serta teriakan Ian saat ia selesai melakukan upacara bendera 17 agustus di puncak Mahameru.

“Yang nyela Indonesia, ribut sama gue!!”

Kisah percintaan diantara mereka yang tidak terduga-duga akan membuat penonton berdesah panjang di akhir film. Opini penonton yang digiring bahwa Riani akan bersama Genta dan Zafran akan bersama Arinda akan dipertemukan dengan ending yang berbeda. Dan yang paling ngehek adalah akhirnya si Ian yang bisa menikahi Happy Salma betulan. Ending nya penuh dengan kejutan-kejutan deh pokoknya.

“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa… Percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu”

Salut sama tim 5 cm. *Kiss bye buat Pevita Pearce

Pangku-able banget
Pangku-able banget

Cerita Lainnya Berbumbu Drama

Oke, update an blog kali ini lain dari biasanya. Ini adalah pengalaman pribadi yang lucu-lucu geli aku alamin tepat seminggu lalu. Lumayan, bisa nemenin kalian di kamar, daripada membusuk bersama sinetron-sinetron Naga di Indosiar. Ini…

Lawu Bercerita

Selasa, 13 November 2012 Buru-buru kuselesaikan semu pekerjaan sore itu. Kami para calon pendaki gunung Lawu berjanji untuk bertemu jam 18.00 . Hari itu adalah hari bersejarah. Aku sudah mengumpulkan segala rupa informasi tentang jalur…

Plakat Tanda Jasa

  Aku duduk termangu. Dengan tatapan sayu kupandang semua benda yang siang itu sengaja kujejerkan di sebuah trotoar dekat Malioboro, Jogja. Sengatan matahari yang begitu menyengat tak kuhiraukan. Semakin dalam kupandangi benda-benda ini, tiba-tiba memoriku…

Sajak Malam Untukmu Untuk Kita

Jangan pernah mencoba mengeja cinta, bila kau tak pernah tahu memberi itu apa.. Cinta bisa ada walau tanpa kata. Bisa tumbuh walau tanpa harta.Tapi tanpa tindakan nyata, cinta hanyalah mitos belaka Mengetahui siapa pangeran impianmu,tak…

Menemukan Potongan Puzzlemu

Dialog malam tadi masih terngiang berdengung di otakku saat ini. Dialog singkat tentang apa yang kita cari di dalam diri pasangan kita nanti. Siapa yang kita cari? Apa dia yang ada untuk mengisi tapi berbeda…

Cinta dari Utara Nusantara

Ternate, 25 September 2012 Brili Agung Zaky Pradika Masih teringat jelas kala sebuah mention dari dua orang wanita jelita berkerudung itu menggoda timeline twitterku. Mereka mengaku membaca sampai habis karyaku. Mengambil manfaat dan belajar banyak…

A Tribute to STP Nusa Dua

A Tribute to STP Nusa Dua Kedungpring, 23 April 2012 Brili Agung Zaky Pradika Mungkin ini adalah teks yang akan aku bacakan andai saat wisuda ada di posisi Krishna sebagai pembaca kesan dan pesan. Sekolah…

Semua Hal Terjadi Untuk Sebuah Alasan

Semua Hal Terjadi Untuk Sebuah Alasan Brili Agung Zaky Pradika Bekasi, 2 April 2012 Assalamualaikum Wr. Wb Kita pasti sudah sering mendengar kata-kata “Everything happens for a reason.” Kan? Kita bangun tidur, kita makan, kita…

Ga Cukup Hanya Sekedar Hidup

<a Bekasi, 26 Maret 2012 Brili Agung Zaky Pradika Assalamualaikum Wr. Wb Kita bisa bernafas, kita bisa bergerak, kita bisa melihat dan kita bisa menikmati semua rizki yang dilimpahkan Ilahi pada kita. Itulah hidup dalam…