Salam Hormat untuk Ketupat
Pagi ini aku melihat pemandangan yang berbeda di rumah mbah. Bude dan sepupu-sepupu berkumpul dan terlihat janur berserakan dimana-mana. Diantaranya ada di sela jari jemari mereka. Salah satu aktivitas yang kusukai sedari kecil adalah melihat janur-janur itu menari dengan lincah diantara jemari trampil para bu de ku. Ya, mereka sedang membuat anyaman kulit ketupat. Suatu pekerjaan yang mereka lakukan setahun sekali. Tradisi ini tidak pernah terlewatkan setiap tahunnya di rumah mbah. Saat Mamah masih kecil pun tradisi ini sudah ada. Sekarang saat putra putri mbah sudah mempunyai cucu pun, tradisi ini masih tetap lestari disini.